My Live, My Love, My Story

Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here

Minggu, 29 April 2012

SAHABAT SEJATI

Hari ini aku kuliah lagi. Well seperti biasa, namanya kampus itu bukan tempat yang sepi. Aku ga pernah sendiri gituloh. Kesana di sapa, kesini disapa. Kesitu ada aja yang kenal. Eksis, itulah aku !
Ya eksislah.. Mobil ada.. Teman-temanku itu pada sering numpang sama aku. Yaaa.. Mungkin ga sedikit dari mereka yang dekat dengan aku karena kekayaanku. But, who’s care? Hahaha.. Yang pentingkan keadaanku ga meprihatinkan seperti anak pemurung yang duduk sendiri di kelas tanpa ada yang menyapa tanpa ada yang mnemperhatikan.
Kemana-mana aku tidak pernah sendiri. Ga ada deh yang menolak kalo aku minta temenin jalan. Siapa sih yang ga suka di traktir? Sahabatku juga ada lima orang. Grace, Maria, Lina, Boy, Rian, Dan Keisha itu orang yang sangat care dan selalu ada disisiku.
Well.. Aku memang orang paling beruntung di dunia. Paling berbahagia. Aku yakin semua iri melihat kepandaianku dalam bergaul. Link ku ada dimana-mana. Maklum anak Fikom kan memang harus pinter bergaul. Hahaha..
Read More

Justin Bieber tidak salah

Mengomentari sebuah artikel di Yahoo yang memuat tentang JUSTINE BIEBER yang menyebut Indonesia sebagai "negara antah berantah". SAYA SETUJU.
Cap jelek yang diberikan kepada Indonesia oleh orang luar murni kesalahan masyarakat Indonesia sendiri. Bagaimana orang lain bisa mencintai negara kita, bila kita sendiri tidak mencintai negara kita.
Seperti contoh kasus mobil SMK, yang tidak lulus uji beroperasi oleh bangsa bangsa penciptanya sudah menunjukkan bahwa Indonesia telah kembali dijajah. 
Read More

Bebek aja tau..


Pada hari Jumat, tanggal 27 April, saya bertemu dengan sepasang bebek yang sedang asik bermain. Mereka begitu kompak. Mereka selalu jalan bersama-sama. Jika bertemu makanan, mereka makan bersama-sama dan saling berbagi. Menurutku mereka pasangan yang serasi....
Read More

Jumat, 20 April 2012

MATAKU (part 4) : SA


Haloo teman-teman.. Fiuuh akhirnya yaah, saya sampai juga di gadis ke empaaat. Yes.yes.yes.
Maaf ya guys lama nih keluar cerita saya. Maklum lah, orang jarak rumah tiga gadis lainnya dengan gadis yang keempat ini jauuuh bangeet.
Okelah, langsung saja. Namanya adalah SAP. Well dia gadis hitam manis yang selalu ceria setiap saat. Paling bisa meramaikan suasana, dengan sifat jahilnya tentu saja. SA adalah gadis yang sangat friendly. Berteman dengan siapa saja tanpa pilih-pilih. Aku lihat siih, siapa saja yang berada didekatnya akan merasa nyaman karena sifatnya itu.
Read More

Kamis, 19 April 2012

GA JELAS !!

Todaaayy, 19 Apriiil 2012, adalah hari yang menggemaskan..


Matakuliah TEKNOLOGI SIARAN menuntut gw, Devi, Ahmad, Rizal, dan Bama mesti mengunjungi salah satu stasiun tv lokal di Bandung.. And INILAH PERJALANAN KAMII... :D


Ini saat-saat kami bersiap-siap. Make almamater UNPAD supaya jadi lebih keren..


Satu jam menunggu. Teknisi TV yang janji mau memandu kami melihat alat-alat di stasiun Tv tidak juga datang. Dan itu membuat kami menjadi bete dan bosan.


Akhirnya kami menghibur diri dengan bernarsis ria. Sayaaang kan udah minjem kamera SLR tapi ga kepake.. hahaha...


Orang yang bersangkutan tidak juga datang. Gw dan Rizal akhirnya mulai menggila, dan kami menghibur teman-teman kami yang lain dengan nari sambil bernyanyi lagu "iwa peye"...


Dua jam berlalu. Akhirnya Rizal mulai frustasi. Ngantuk mulai menguasai kami dan kami tak sanggup melawannya..


Ekspresi bosan, jenuh, bete mulai terlukis di wajah...


Dan akhirnya, dari pada kami sia-sia datang, kami ngobrol aja sama orang dari divisi produksi. Meskipun tidak ada hasilnya, tidak ada gunanya... Tapi dari pada sia-sia.. Jauuh men jatinangor ke Bandung..


Finally. Ini sesi terakhir kamu. Liat tuh wajah-wajah kebelet pulang... Bahagia banget karena tiga jam membosankan akhirnya berlaluuu.. :)
Read More

Senin, 16 April 2012

DIA (part1)



Dia mengajarkan pada saya, bahwa perbedaan itu pasti ada, hanya saja bagaimana kita saling mengerti dan menghargai ditengah perbedaan tersebut.

Dia mengajarkan pada saya untuk ikhlas melakukan sesuatu, dan tidak mengharapkan imbalan dari manusia, melainkan dari Tuhan.

Dia mengajarkan pada saya arti dari PANTANG MENYERAH ditengah kehidupan yang acuh tak acuh pada saya.
.
Dia mengajarkan pada saya arti perubahan, arti perjuangan, dan arti bertanggung jawab.
Dia memiliki kode nama Addin.


BERSAMBUNG...
Read More

"Sepenggal Pengalaman Mahasiswi Fikom Unpad di Ajou University, Korea Selatan"

Pesta (kedua dari kiri) mengenakan Hanbok
, pakaian adat Korea pada Acara
Coming Age Celebration

Program pertukaran mahasiswa ke Ajou University, Suwon, Korea Selatan rutin diselenggarakan oleh Bagian Kerja Sama Luar Negeri Unpad setiap semesternya. Ada 101 peserta yang melamar untuk mengikuti seleksi Spring Semester 2011. Setelah mengikuti proses seleksi yang begitu ketat, akhirnya saya, Pesta Minarti Elisabet (Humas 2007) berhasil menjadi salah satu dari lima belas delegasi yang terpilih. Program ini berlangsung dari 23 Februari 23 Juni 2011.
Ada banyak kegiatan yang saya lakukan ketika saya berada di Ajou University dan itu memberikan pengalaman yang begitu berharga. Saya mengambil tiga mata kuliah, yaitu Organizational Behavior, Marketing Management, dan Korean Language. Awal perkuliahan cukup membuat saya pusing tujuh keliling karena sebelumnya saya tidak pernah menerima perkuliahan yang bahasa pengantarnya full in English. Perlu adaptasi pendengaran dan upaya ekstra untuk bisa mengikuti setiap perkuliahan. Learning by Doing mungkin inilah istilah yang tepat untuk menggambarkannya. Sambil belajar materi perkuliahan, sambil melatih kemampuan English saya. Tapi, bagi saya tidak ada yang begitu sulit asal ada niat yang tulus untuk belajar.
Pesta (berdiri paling kiri) bersama siswa Jamwon Middle School
dalam Cross Cultural Awarness Program
Sudah jauh-jauh datang ke Korea, sayang banget dong kalau waktu hanya dihabiskan belajar di kelas. Inilah yang ada di benak saya. Karena itu, selain kuliah saya mengikuti banyak kegiatan di luar kelas, seprti Club Dance di Ajou, yakni Beat. Dari Club Beat ini, saya bukan hanya sekadar belajar dance, tetapi juga mempelajari karakter mahasiswa korea dalam bergaul dengan sesamanya terlebih dengan foreign student seperti saya. Tidak jauh beda dengan karakter orang Indonesia kebanyakan, mereka sangat ramah dan suka menolong walaupun terkadang terhambat oleh bahasa.
Bersama guru dan teman dalam kelas Bahasa Korea
Di luar Ajou, saya mengikuti Club English Discussion. Club ini beranggotakan enam orang dan semuanya adalah ibu-ibu, kecuali saya tentunya. Ternyata bagi ibu-ibu Korea, umur tidak menjadi masalah untuk terus belajar agar mahir dalam bahasa Inggris. Beruntung saya bisa belajar bersama mereka. Saya bisa lebih tahu seperti apa Korea di zaman mereka dan zaman sekarang, tentang budaya, permainan tradisional, berkunjung ke wahana hiburan dan memahami pemikiran-pemikiran orang tua tentang anak-anak mereka atau isu-isu lain yang berkaitan dengan Korea juga Indonesia. Pengalaman serta pembelajaran seperti ini mungkin tidak akan bisa saya dapatkan jika saya hanya bergaul dengan sesama mahasiswa di Ajou. Hal yang lebih menguntungkan lagi, saya tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya dan objek wisata Indonesia di setiap pertemuan, tetapi juga mengajari mereka bahasa Indonesia dan mereka sangat tertarik untuk segera berkunjung ke Indonesia.
Kegiatan lain yang merupakan bagian dari jadwal di Spring Semester 2011 ini adalah kunjungan ke global company Hyundai, istana-istana kerajaan di Korea Selatan, tempat-tempat bersejarah, pusat perbelanjaan barang-barang tradisional, tempat hiburan, dan yang paling mengesankan adalah mengikuti malam pertunjukkan yang diadakan di Gyeong Ju Field Trip. Pada pertunjukan ini, delegasi Indonesia telah mempersiapkan Tari Tor-tor, Tari Indang, dan Poco-poco dengan mengenakan pakaian tradisional dan saya mengenakan pakaian Pernikahan Adat Batak Toba. Wow...beautiful, awesome, great.. seperti itulah pujian yang kami peroleh dari mahasiswa Spring Semester 2011 yang berasal dari berbagai negara. Mereka begitu antusias untuk juga mengenakan pakaian adat yang kami bawa dan berfoto bersama.
Selain mengikuti perkuliahan, pertukaran budaya, dan belajar Bahasa Korea, 
Pesta juga terlibat dalam layanan konsultasi yang diberikan kepada para TKI
 (Tenaga Kerja Indonesia) di Suwon, Korea Selatan
Tetap dalam semangat memperkenalkan budaya Indonesia, saya dan delegasi yang lain selalu berpartisipasi dalam beberapa kegiatan yang diadakan oleh Suwon Youth and Culture Center (sebuah lembaga kebudayaan di Suwon). Seperti pada perayaan Children Day, yang jatuh pada tanggal 5 Mei setiap tahunnya, di sini kami mengajari para pengunjung cara memainkan Angklung, memperkenalkan pakaian adat Indonesia seperti Kebaya, Ulos, dan Batik, menjelaskan peta Indonesia, dan menyajikan makanan khas Indonesia, seperti Kolak, Soto Ayam dan Perkedel Jagung. Tak kalah menarik adalah Cross Cultural Awarness Program. Kami diberi kesempatan, seperti layaknya seorang guru, mengajar siswa SMP mengenai pendidikan multikultural. Selain itu pengalaman menarik lainnya adalah mencoba pakaian adat Korea, Hanbok dengan segala asesorisnya pada acara Coming Age Celebration di Hwasong Fortress, Suwon. Perayaan ini adalah perayaan ketika seorang anak memasuki tahap transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada perayaan ini, saya belajar bagaimana cara meminum teh dan menunduk atau memberi hormat yang baik dan benar.
Selain hal-hal yang berkaitan dengan study, saya juga punya pengalaman-pengalaman menarik untuk mempertahankan hidup di Negeri Gingseng ini dan dari situ pula networking saya pun semakin luas. Dengan niat untuk meringankan sedikit beban orang tua, saya bekerja menjual HP dan pulsa, juga pernah bekerja di restoran prasmanan dengan gaji Rp 480.000/12 jam. Saya juga bergabung dalam pelayanan lembaga konsultasi bagi para TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Karena itu, sekarang saya punya banyak teman berprofesi TKI yang ternyata kehidupan mereka tidak seburuk yang sering saya dengar dari pemberitaan di TV, dari mereka saya belajar apa itu pengorbanan dan kerja keras di negri orang.

Mengucap syukur yang sedalam-dalamnya atas kesempatan yang saya peroleh dari mengikuti program ini. Ada banyak cerita dan pengalaman yang tak ternilai harganya. Mulai dari perkuliahan sampai dengan kehidupan global. Bergaul dengan sesama mahasiswa, orang tua dan bahkan TKI. Semua memberi pembelajaran yang berharga dan semakin menambah kualitas hidup saya tentunya. (Pesta Minarti Elisabet/PME)
Read More

"Peran Komunikasi dalam Penyelesaian Permasalahan Bangsa"

Dekan Fikom Unpad, Prof Deddy Mulyana MA., Ph.D memaparkan peran komunikasi dalam penyelesaian permasalahan bangsa didamping, dua pembicara lain yaitu Yudi Latif MA., Ph.D dan Prof Mudji Soetrisno MA., Ph.D dalam seminar nasional Aspikom di Hotel Gumi

Bandung, 15 Maret 2012 Komunikasi bukan sekedar cara transform informasi tetapi merupakan tatanan budaya. Banyak masalah yang dapat dan tidak dapat dipecahkan karena kesalahan komunikasi, papar Prof. Dr. Bagir Manan, SH, MCL, Ketua Dewan Pers yang menjadi keynote speaker dalam seminar nasional Membangun Reputasi Pendidikan Ilmu Komunikasi di Indonesia dalam Penyelesaian Permasalahan Bangsa di Hotel Gumilang Regency, Jl dr. Setiabudi no 323 325 Bandung, Rabu (14/3)

Bagir juga menekankan potensi berkembangnya ilmu komunikasi sangat tidak terbatas, akan tetapi dalam prosesnya menghadapi beberapa kesulitan, yaitu : pertama sistem pengajaran yang belum sepenuhnya scientific, namun tidak sepenuhnya scientific dikarenakan para pengajar atau dosen tidak terdiri dari orang-orang yang sejak awal ingin jadi ilmuwan.

Kedua, keterbatasan penelitian ilmiah yang disebabkan oleh kualitas penelitian yang tidak berkembang baik karena keterbatasan anggaran, respon utama dari pemerintah akan penelitian masih rendah, publikasi hasil penelitian yang kurang, campur tangan yang birokratik, serta penelitian ilmiah selalu menekankan pada manfaat praktis. Ketiga, keterbatasan bahan penelitian yang umumnya terdiri dari bahan-bahan penelitian berbahasa asing sehingga minat baca akan bahan tersebut masih rendah. Dan keempat, keterbatasan textbook (buku teks) karena keterbatasan bahan berbentuk buku sehingga tidak terdorongnya peneliti mencari penelitian baru.
Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 150 orang ini dari perwakilan perguruan tinggi penyelenggara program studi ilmu komunikasi seluruh Indonesia juga menghadirkan beberapa pembicara lain, yaitu Prof Deddy Mulyana, MA., Ph.D, Prof Mudji Sutrisno, MA., Ph.D, Yudi Latif, MA., Ph.D, Noke Kiroyan, Dr Susanne Dida, dan Dr Eddy Kurnia.
Komunikasi merupakan inti dari keberhasilan dan kegagalan permasalahan bangsa ini, terkait di dalamnya dengan permasalahan SARA. ujar Prof Mudji Sutisno. Menurutnya, unsur SARA merupakan topik yang sensitif, sehingga penyampaian pesan yang berkaitan dengan unsur SARA memerlukan strategi khusus. Selain itu, pembenahan permasalahan bangsa harus dijalankan dengan prinsip local genius (pendidikan) dan local wisdom (agama), untuk itu institusi pendidikan berperan penting bagi penyelesaian permasalahan bangsa.
Yudi Latif pun memaparkan relevansi ilmu komunikasi dengan masyarakat demokrasi sekarang ini, masyarakat demokratis akan sangat ekspresif dan komunikatif. Saat ini, parlemen Indonesia kurang mengoptimalkan fungsi public opinion polling-nya sehingga masyarakat demokratis masih sulit terfasilitasi.
Sementara itu, Prof Deddy Mulyana, MA., Ph.D yang juga Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad memaparkan inti dari komunikasi adalah kesadaran yang dikomunikasikan secara verbal dan nonverbal bukan kata-kata melainkan tindakan nyata yang konsisten. Unsur paling penting dari reputasi lembaga adalah kredibilitas. Piramida kultur akademis ~ integritas adalah suatu landasan. Upaya-upaya membangun reputasi fakultas yaitu dipimpin oleh leader bukan manajer, S3 dari berbagai Negara, menciptakan iklim akademis yang kondusif, kurikulum berbasis integritas dan berbasis akhlak
Ketiga pembicara lain dalam sesi II memaparkan praksis komunikasi dalam perspektif pengalaman, Dr Susanne Dida memaparkan praksis komunikasi dalam dunia kesehatan, Noke Kiroyan dalam memaparkan praksis komunikasi dalam industri pertambangan, dan Dr Eddy Kurnia dalam industri telekomunikasi.
Hari ini, Kamis (15/3) kegiatan dilanjutkan dengan agenda rapat kerja nasional (rakernas) yang memaparkan laporan tahunan kegiatan aspikom dan rencana kerja selanjutnya. Aspikom adalah sebuah asosiasi penyelenggara perguruan tinggi ilmu komunikasi yang anggotanya terdiri atas lembaga lembaga yang menyelenggarakan program studi ilmu komunikasi dari seluruh Indonesia. (Akoz)]

Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Me ^^

Me ^^
I LOVE FIKOM UNPAD

UNPAD - Fikom

Diana Lidya Ekaputri. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

PAPI - MAMI

PAPI - MAMI
Mereka adalah orang yang paling aku cintai didunia ini.. Aku pasti akan membahagiakan mereka dan menempatkan mereka di kursi kehormatan !

LATEST POSTS

Recent Posts

TKD

PEJABAT

PEJABAT
Pelajar Mantab IPA Empat

TKD

TKD

Copyright © Diana Lidya Ekaputri | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com