My Live, My Love, My Story

Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here

Senin, 16 Januari 2017

Perjalanan Diana dan Buku When God Writes Your Love Story

Hello..

Tahun 2016 adalah tahun di mana saya sangat tidak produktif. Hati saya ingin menulis namun tangan saya tidak juga menulis. Ketidak singkronan ini menyebabkan tidak ada  karya di 2016 yang bisa saya evaluasi untuk membuat tahun ini menjadi lebih baik.

Akhirnya setelah malam ini saya menyisihkan waktu 4 jam untuk menyendiri, saya mengambil keputusan untuk menjadikan tahun ini sebagai tahun berkarya. Saya melirik meja sebelah dan mendapatkan sebuah buku yang entah berapa bulan sudah saya baca namun tidak juga selesai, dan tercetuslah sebuah ide yang menurut saya BOMBASTIS.

Saya akan mulai menulis lagi! Saya juga akan menyelesaikan baca buku ini tapi ulang dari awal! (sepertinya kalimat ini agak berantakkan)

Tiba-tiba malam ini saya tergerak untuk menjadikan buku ini sebagai perjalanan saya, dan mengabadikannya di dunia internet. Kenapa? Saya merasa,  kisah saya, dan apa yang ditulis di buku ini suatu hari akan berguna bagi seorang wanita. Harapan saya, apa yang menjadi perjalanan saya ini, bisa membantu wanita-wanita lain untuk naik ke sudut pandang yang lebih tinggi mengenai HUBUNGAN LAWAN JENIS.

Nah..,

Gimana?

Cukup penasaran ga?

Kali ini saya tidak akan menuliskan isi buku itu dulu.
Saya mau kasih tau, buku apa sih itu?? Siapa sih penulisnya?






Judul bukunya ‘When God Writes Your Love Story’. Penulisnya adalah pasangan suami istri yang bernama Eric dan Leslie Ludy. Kalau saya baca-baca biografi mereka, saya mengambil kesimpulan bahwa mereka adalah Suami istri yang tergerak hatinya untuk menyelamatkan anak-anak muda dari pergaulan bebas.

Ikuti perjalanan saya dalam membaca When God Writes Your Love Story. Saya akan membagikan juga kisah-kisah menarik disekitar saya yang (semoga) akan menjadi pelajaran untuk kamu yang membacanya...

Salam,

Diana.
Read More

Sabtu, 17 Desember 2016

Yes Bapak Pendidikan No Calon Gubernur


Kepada Bapak calon gubernur  'Pendidikan' yang Terhormat.


Pak, semenjak saya kuliah saya sangat mengagumi Bapak.
Saya setuju bahwa perubahan negara itu diawali dengan mengubah pendidikannya.
Karena generasi peneruslah yang menentukan masa depan negara ini.

Read More

Minggu, 09 Oktober 2016

MY WATTPAD

Please visit my wattpad, and enjoy the story! : FROM THIS MOMENT





Read More

Senin, 04 Juli 2016

Selesaikan Rasa Benci

Apa yang salah dengan rasa benci?

Rasa membenci bukan menyiksa orang yang kita benci.

Rasa benci akhirnya menyiksa diri sendiri.

Bagaimana mengalahkannya?

Bagaimana menyiksanya?

Bagaimana membalasnya?

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang timbul saat saya benci seseorang.

Rasa benci membuat saya terikat.

Rasa benci mengurung saya dan menjauhkan saya dari kebahagiaan.

Saat kita memutuskan lari dari orang yang kita benci, tanpa menyelesaikannya.

Kita tinggal menunggu waktu untuk berjumpa dengannya.
Jangan lari, Selesaikanlah!
Read More

Minggu, 29 Mei 2016

Wanita Harus Menjaga Dirinya Sendiri.

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke sebuah mal. Didalam mal tersebut ternyata sedang ada pertunjukkan fashion show. Biasanya saya tidak tertarik untuk melihat. Karena setiap mengunjungi mal, saya selalu sudah mempersiapkan perencanaan apa yang akan saya lakukan di mal. Membuang-buang waktu sia-sia bukan hal yang baik menurut saya.
Hari itu, setelah saya melihat seorang anak SD kelas 3 menggunakan sepatu high heels 12 Cm. Saya terpana melihatnya. Akhirnya saya putuskan untuk masuk kedalam acara tersebut untuk melihat kegiatan yang sedang berlangsung.

Betapa terkejutnya saya saat saya mendapati anak-anak kecil menggunakan baju sexy dan sepatu high heeels. Rata-rata peserta fashion show tersebut masih sekitar kelas 2-5 SD! Ada yang dari antara mereka memakai gaun panjang tanpa lengan dan dipenuhi gliter (entahlah apa namanya), ada juga yang bajunya menampakkan kulit perutnya. Lebih mencengangkan high heels yang mereka gunakan, saya perkirakan paling rendah juga kayaknya 4 CM-an.

Saya semakin menggelengkan kepala saat menyadari sebagian anak-anak tersebut diantar oleh ibu mereka sendiri. Ibu yang katanya siap menjaga dan melindungi anak sepenuh hati dan sepenuh jiwa.
Sambil melihat anak-anak itu berlenggak lenggok diatas panggung unntuk memamerkan tubuh(?) dan gaun mereka saya mulai berpikir apa yang sedang dipikirkan oleh orang tua mereka ya saat mendaftarkan anak mereka dalam acara ini? Apa tujuan sebenarnya?

Teringat waktu saya kecil. Ayah dan ibu saya selalu membelikan saya kaus dan celana. Kalaupun mereka membelikan saya gaun untuk gereja, gaun tersebut akan panjang lebih dari lutut dan berlengan. Ayah saya selalu mengajarkan saya untuk berpakaian sopan karena kita tidak tahu apakah diluar sana orang-orang yang kita hadapi sedang waras atau tidak? Orang-orang yang akan kita temui diluar selalu siap menyakiti kita kapan saja kita lengah!

Flash back kedalam masalah yang akhir-akhir ini sedang marak, tentang pembunuhan dan pemerkosaan terhadap anak-anak atau wanita yang keji. Apakah para orangtua yang mengenakan putri-putrinya dengan pakaian terbuka itu tidak takut jika anak mereka menjadi salah satu korban? Mengapa mereka tidak belajar dari pengalaman dan menjaga anak mereka dengan mulai memberikan pakaian yang sopan? Saya rasa sudah saatnya wanita Indonesia menyadari bahwa kita harus menjaga tubuh kita (dan putrinya untuk yang sudah punya anak) dengan baik. Kalaupun pada akhirnya kita memilih untuk mengenakan pakaian terbuka, sadarilah bahwa itu artinya Anda diap untuk diterkam kapan saja, dan bahkan dimana saja. Jangan tangisi atau sesali sesuatu yang menimpa Anda karena Anda yang memulainya. Jika bukan Andayang menjaga diri Anda (dan anak perempuan Anda) , siapa lagi? (DL)
Read More

Senin, 11 Januari 2016

BEKASI PENUH WARNA

                                              sumber: www.angkatigabelas.blogspot.com
Mendengar dan melihat berbagai macam berita dan tulisan yang menyebutkan bahwa Bekasi adalah planet lain membuat saya yang sudah hidup selama lebih dari 20 tahun di Bekasi geram. Mau marah pun hanya akan membuat saya lelah namun tidak menghasilkan apa-apa.

Saat saya sedang berjalan mengitari beberapa perumahan untuk mencari makanan yang menarik, ada beberapa hal yang menyita perhatian saya. Hal yang terpikirkan oleh saya pada saat itu adalah Bekasi adalah tempat yang seru! Sayang hal-hal seru di Bekasi ini kurang tertata.
Ada beberapa ide yang menggumpal di otak saya untuk membuat Bekasi menjadi tempat yang seru. Penasaran kan?

Ide pertama adalah menyediakan tembok kosong untuk grafitty di beberpa jalanan. Di beberapa jalanan kecil, seperti gang-gang perumahan, atau jalan-jalan pintas di bekai, atau tembok di deket stasiun, menurut saya akan indah jika di koongkan dari iklan, atau spanduk dan di khususkan untuk pemuda-pemudi Bekasi mengekspresikan diri mereka melalui grafitty.

Pemuda-pemudi Bekasi sebenarnya adalah orang-orang yang memiliki daya tarik kepada seni. Sering saya memperhatikan jalanan di peruahan yang teboknya di gambar grafitty naun jadi merusak. Jika gambar grafitty dibuat pada tebok yang tepat saya rasa itu akan membuat jalan jadi indah karena berwarna-warni, selain itu grafitty yang tidak pada tempatnya atau merusak pemandangan akan berkurang. Sehingga bekasi menjadi lebih teratur. Saat berhasil membuat tembok khusus grafitty, akan lebih baik untuk mulai memberi tindakkan tegas kepada orang-orang yang  masih membuat grafitty tidak pada tempatnya.

Selain tertib, tembok grafitty ini akan membuat Bekasi penuh warna. Para pemuda di Bekasi memiliki peran penting untuk membuat Bekasi menjadi planet yang indah sesuai dengan bakat mereka..
Ide kedua saya akan saya tuliskan dalam artikel saya selanjutnya.

Read More

Minggu, 12 Juli 2015

Pradikta Wicaksono

Akhir-akhir ini saya sedang mengagumi seorang aktor. Sebelumnya saya akui saya tidak pernah nge-fans dengan aktris atau aktor, karena menurut saya itu adalah hal yang buang-buang waktu. Tapi sepertinya yang ini berbeda.

Pradikta Wicaksono adalah seorang penyanyi di grup Yovie and Nuo, pemain drama musikal di Stereo – Net TV, dan sekarang penyanyi di grupnya Dikta project.
Selain bernyanyi dan berakting, ternyata permainan gitar Dikta saat bermain bersama Dikta project sangat menggagumkan.

Saya sih berharap pendapat saya mengenai permainan gitar Dikta bukan semata-mata karena saya ingin memiliki pasangan yang bisa bermain gitar. Penghayatannya saat bermain m usik itu membuat suara alunan gitar dikta terasa merdu di kuping (anw, mohon maaf kalau ini lebay).


Pertama kali melihatnya di acara promo Indo Jazz Festival, saya langsung terpesona pada cara dia bermain gitar. Iya, saya tau dia ganteng, tapi yang ganteng itu banyak kok, cuman yang ganteng tapi bisa bermain gitar kan dikit. Hehehe.. 
Read More

Silahturahmi Warga



Komplek Depnaker , Jakasetia mengadakan bazar pada tanggal 5 Juli 2015. Bazar berisi warga yang menjual beraneka makanan dan barang diadakan tepat di gapuran depan komplek.

“Bazar ini tujuan utamanya bukan untuk mencari uang, melainkan untuk silahturahmi warga. Kalau begini kan warga bakal datang berkumpul dan kembali saling menyapa. Saya lihat banyak sekali warga disini yang belum saling kenal” ucap Kristian , sebagai ketua keamanan Komplek Depnaker.


Bazar yang dilaksanankan oleh remaja Komplek Depnaker ini dikunjungi cukup banyak warga. Terlihat sekali warga begitu antusias meyambut kegiatan ini. Sayang sekali ya jika kegiatan Bazar Bersilahturahmi ini hanya diadakan sekali dan tidak berkelanjutan.


Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Me ^^

Me ^^
I LOVE FIKOM UNPAD

UNPAD - Fikom

Diana Lidya Ekaputri. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

PAPI - MAMI

PAPI - MAMI
Mereka adalah orang yang paling aku cintai didunia ini.. Aku pasti akan membahagiakan mereka dan menempatkan mereka di kursi kehormatan !

LATEST POSTS

Recent Posts

TKD

PEJABAT

PEJABAT
Pelajar Mantab IPA Empat

TKD

TKD

Copyright © Diana Lidya Ekaputri | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com