My Live, My Love, My Story

Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here

Rabu, 04 April 2012

H I D U P

Hidup ini bagaikan puzzle..
Tugas kita adalah menyusun puzzle-puzzle itu dan menemukan makna dan tujuan hidup kita sebenernya.
Apakah acak ataukah berurutan.
Apakah utuh atau akan ada bagian yang hilang,
Apakah sempurna atau cacat.

Puzzle itu harus kita kumpulkan dan kita susun dengan baik.
Bila puzzle kita telah jadi, itu akan menentukan siapa diri kita.
Itu akan menandakan berakhirnya tugas kita
Dan itu akan menjadi penunjuk kemana kita setelah dari bumi ini.

Pecahan puzzle bisa saja salah kita ambil.
Ketika kita salah mengikuti petunjuk.
Ketika kita berjalan di jalur yang salah.
Atau ketika kita menutup mata untuk sebuah peluang.

Hidup itu permainan..
Terasa mudah ketika kita menikmati..
Terasa sulit ketika kita mengeluh
Terasa hampa ketika kita tidak punya tujuan.
Read More

JC always love you guys !

Aku terluka..
Aku berdarah..
Untuk sesuatu yang tak seharusnya ku lakukan..
Untuk sesuatu yang bukan untuk diriku..
Untuk sesuatu yang seharusnya tidak terjadi padaku..


Kamu pernah luka..
Kamu mungkin pernah berdarah..
Untuk sesuatu yang memang kamu perbuat..
Untuk akibat dari ulahmu sendiri.
Untuk sesuatu yang memang sepantasnya terjadi padamu.


Tapi kamu mengeluh..
Apa terpikir oleh mu bagaimana perasaanku?
Kamu marah dan menyalahkan yang lain..
Apa terpikir oleh mu siapa yang harus ku salahkan?
Dimana keadilan sesungguhnya.


Kamu menanggung apa yang kamu perbuat.
Aku menanggung apa yang kamu perbuat.
Kamu mengeluh atas apa yang seharusnya kamu dapatkan.
Aku berusaha tegar untuk yang tidak seharusnya ku terima.
Ini memang tugasku !


Semua kulakukan karena cintaku pada mu.
Semua ku korbankan karena aku tak ingin kau terluka.
Ku harap kau kuat untuk dirimu sendiri.
Karena ketegaranmu akan meringankan lukaku
Kebahagiaan mu akan menjadi keadilan untukku.
Read More

Jumat, 30 Maret 2012

CATATAN PENULIS

Sebenernya banyak hal yang ingin aku bagikan. Ya tentang kampuslah, tentang teman-teman, tentang asrama. Dari yang menenangkan sampai yang bisa meledakkan emosi. Sayangnya, dunia nyata menyibukkan saya dengan berbagai kegiatan yang ga penting. Masih mending kalo disibukkan karena tugas. Ini karena masalah sosial yang berujung pada kebencian dan pertengkaran. Okelah, saya terkesan ikut campur, hanya saja kalian harus tau, kalau ga terpaksa juga saya ga mau kali ikutan.
Tugas kuliah menipis, uuups, enggak deh, sebenernya udah mulai banyak, cuman karena banyakan tugas kelompok, jadi terasa agak ringanlah. Seandainya tugas kuliah banyak, pasti saya akan sangat bahagia.  Karena saya jadi punya banyak alasan untuk menghindari konflik sosial ini.
Ya tapi saya yakin Tuhan selalu punya rencana yang indah untuk hambanya. Pasti ada manfaatnyalah buat saya kenapa Tuhan kondisikan saya seperti ini. Jadi saya coba menjalankannya dengan ikhlas. meskipun kenyataannya terkadang saya marah dan sebel juga, kan saya manusia biasa yang ga sempurna. J
Read More

Senin, 26 Maret 2012

MAAF, SAYA GALAUU.. (part 1)

Kalau ada yang mau menanyakan tentang jurusan di FIKOM atau membicarakan tentang jurusan di FIKOM pada saya, sebaiknya orang tersebut segera menjaga mulutnya, karena hal itu akan sangat melukai hati saya. Bukannya lebay, tapi semakin dalam saya mempelajari jurusan saya, saya semakin yakin kalau saya KESASAR !! Bener ga ya???
Sebenarnya ga ada yang salah sama jurusan Broadcast yang sekarang sedang saya jalani, hanya saja saya merasa hati saya berontak setiap saya masuk kelas dan mengikuti kuliah demi kuliah. Senang sih di sini, karena banyak mata kuliah yang berhubungan dengan menulis, banyak praktek, ga ada pelajaran yang berhubungan dengan IPA, tapi saya ya ngerasa ga cocok aja.
Mungkin orang yang sudah lama mengenal saya dan membaca tulisan ini, akan mengatakan saya ga tau diri. Saya mengeri sikap mereka. Dulu, saya berpikir broadcast dan jurnal itu sesuatu yang berbeda tipiiis saja.
Baiklah, banyak yang mengatakan broadcast dan jurnal sesuatu yang beda tipis. Oke, katakanlah saya menyetujui hal itu, karena memang pendapat tersebut telah dibuktikan dengan sebagian dosen broadcast adalah dosen jurnal, banyak mata kuliah di broadcast yang berhubungan dengan jurnal, tapi tetap saja kenyataan itu tidak membuat kegalauan dan kerisauan saya memudar sedikitpun.
Baru-baru ini ada HOAX yang beredar tentang Program Ekstensi di FIKOM Unpad akan ditutup pada tahun 2012. Halllooooo.. mengapa begitu mudah menutup Program Ekstensi? Lantas bagaimana dengan nasib anak anak D3 (seperti saya) yang haus untuk mencari ilmu lagi di S1? Haruskah saya ulang ikut SNMPTN dan masuk ke kelas S1 (iyaa kalo lulus, kalo enggak??), atau saya harus pasrah di D3 Broadcast dan ga tau setelah lulus mau kemana?
Kecintaan saya pada broadcast semakin hari semakin memudar. Berbagai faktor yang tidak dapat saya jelaskan membuat saya semakin tersiksa di kelas. Apalagi ada beberapa anak laki-laki (maaf, buat yang ngerasa) yang kelakuannya kayak anak masih berseragam putih – biru, yang udah didiemin masih aja kayak orang gila ngatain saya. Bener-bener tidak mencerminkan kelakuan mahasiswa. Oke, tarolah kalau disetiap jurusan, anak seperti itu pasti ada, masalahnya sekarang saya sudah semakin pusing dengan pelajaran di kelas, ditambah dengan kelakuan mereka saya semakin streeess!
Yang membuat saya bertahan sampai sekarang adalah, saya bisa mengerjakan tugas jurnal sahabat saya. Disitulah saya merasa ringan mengerjakan tugas.
Semoga Tuhan tau keinginan hati saya, dan menunjukkan jalan pada saya ke mana saya melangkah untuk mendapatkan impian saya.
Read More

Kamis, 15 Maret 2012

Jurnalis

Ternyata menjadi jurnalis itu memang tidak mudah seperti yang dikatakan banyak orang. Untuk mencari sebaris berita aja kadang kala nyawa kita bisa terancam. Wartawan harus kreatif, punya 1001 cara untuk mendapatkan informasi dari narasumber yang sering kali justru membenci professi wartawan. Dari akting, ikut menjadi seperti narasumber, sampai mencari jaringan atau koneksi yang bisa membantu mendapatkan informasi.
Sebenarnya berita di koran itu tidak hanya sebuah tulisan yang diketik dan didapatkan dengan mudah. Kita tidak pernah tau berapa banyak keringat dan perasaan tegang yang tersembunyi dibalik tiap berita.
Meskipun menjadi jurnalis itu menyeramkan, tidak meredupkan api semangatku untuk menjadi seorang jurnalis. Aku masih merasa ingin dan semakin tertantang untuk menjadi jurnalis suatu media.
Bisa ke luar negri, terjun ke medan perang bahkan mengetahui tindakkan ilegal itu sesuatu yang seru yang ingin segera aku lihat dan aku rasakan. 

Jadi, seseram apapun cerita orang, ga akan menghentikan langkahku untuk menjadi seorang jurnalis hebat, idealis, jujur, dihormati, disegani dan disukai !!
Read More

Semua Berhak Mendapatkan Pendidikkan



Korupsi di dunia pendidikan tidak seharusnya terjadi. Jalur masuk yang bermacam-macam dengan biaya yang relatif sangat tinggi membuktikan bahwa sekolah sudah menjadi komoditi dengan orientasi profit yang berlebihan. DUnia pendidikan tidak lagi melihat atau menghargai prestasi pribadi pribadi siswa atau mahasiswa. Harga pendidikan yang di atas kewajaran membuat siswa dan mahasiswa dari kalangan menengah ke bawah mengalami kesulitan untuk bisa mendaftar di sekolah yang bagus. Begitupun, meskipun para siswa dan mahasiswa telah membayar dengan harga yang tinggi dan biaya bulanan yang besar ternyata para siswa seringkali tidak mendapatkan haknya dengan penuh. Guru-guru dan parea dosen seringkali tidak masuk dengan alasan yang tidak masuk akal.
Belum lagi kewajiban bagi siswa untuk membeli seragam dan buku di sekolah yang ternyata harganya jauh berbeda dengan harga di pasaran padahal seringkali kualitasnya tidak sebaik yang di pasaran.
Hal seperti ini harus segera dihapuskan dari dunia pendidikan. Karena tanpa adanya pendidikan yang baik dan murah, maka generasi muda bangsa ini, dari zaman ke zaman bukannya berkembang menjadi baik tapi akan semakin tertinggal dari generasi bangsa bangsa lain dan ini akan mempengaruhi kualitas negara kita nantinya.
Dari sebuah artikel dikatakan bahwa korupsi di dunia pendidikan bisa diatasi  dengan cara seperti berikut :
  1. Siapapun yang terbukti melakukan korupsi harus dihukum seberat-beratnya, dipenjara seumur hidup atau bila perlu dijatuhi hukuman mati. Hal ini agar menjadi shock- terapy bagi yang lain untuk tidak melakukan praktek korupsi.
  2. Memberi ruang seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat untuk melaporkan berbagai tindak korupsi di dunia pendidikan kepada aparat penegak hukum. Untuk itu perlu adanya perlindungan yang serius terhadap pelapor kasus korupsi.
  3. Perlunya pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mensosialisikan bahwa korupsi merupakan musuh terbesar bangsa dan harus diperangi oleh segenap pihak,
  4. Harus lebih diintensipkan penanaman program anti korupsi pada mata pelajaran atau kurikulum yang dilakukan di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
  5. Peningkatan keimanan dan kesadaran beragama kepada semua pelaku pendidikan, baik di pusat maupun di daerah bekerjasama dengan MUI, Depag, pondok pesantren dan lembaga keagamaan lainnya.
  6. Memberi hadiah yang menarik kepada siapapun yang berani melaporkan kasus korupsi. Hadiah jangan hanya diberikan kepada pelapor buronan teroris saja, tetapi juga pelapor kasus korupsi. Tidak ada salahnya bila pelapor kasus korupsi diberi hadiah 1 miliar!!!
Mungkinkah?
Semoga korupsi di dunia pendidikan bisa diatasi dan semua anak bangsa, dari semua kalangan bisa mendapatkan pendidikan dengan layak.
Read More

Coba Renungkan

Ketika kamu merasa jenuh dengan tugasmu, bayangkan jika kamu tidak kuliah.. Disaat teman-temanmu berangkat kuliah, ternyata kamu harus diam di rumah atau justru bekerja?? Kamu tidak akan pernah mendapatkan tugas itu kawan.

Ketika kamu merasa kesal dengan temanmu, kamu harus tau, bukan mereka yang harus beradaptasi denganmu, tapi kamu yang harus beradaptasi dengan mereka. Kamu ga mau kan pastinya dikasihani?

Ketika kamu merasa makanan di depanmu tidak enak. Coba bayangkan orang-orang yang kelaparan di pinggir jalan sana. Bagaimana bila disaat yang sama kamu berada diposisi mereka? Jangankan sepiring, segenggam nasi aja belum tentu kamu rasakan dalam satu hari kawan.

Disaat kamu mengeluh dengan sopir angkot yang selalu lama ngetem? Coba bayangkan ketika kamu di posisi mereka? Ketika kamu harus mendapatkan uang untuk anak istrimu dengan menjadi sopir angkot, sementara sainganmu di luar sangat banyak? Tidakkah kamu melakukan seperti yang mereka lakukan?

Ketika kamu melihat pengemis dan kamu berpikir mereka cuman malas bekerja? Kawan, mengemis itu juga ga mudah, mereka mesti merobek harga diri mereka demi mencari seusap nasi. Mereka tidak seberuntung kamu yang bisa punya kemampuan untuk mengerjakan banyak hal. Lagi pula apa untungnya kita berpikir negatif pada mereka? Itu hanya merusak pikiran kita kawan.

Ketika kita membuang-buang uang dengan seenaknya untuk hal yang ga perlu. Apa kita pernah berpikir seberapa sulit orangtua kita mengumpulkan uang itu? Apa kita pernah tau berapa banyak keringat yang tercurah untuk uang tersebut?

Kita terlalu sering meremehkan sesuatu, berpikir negatif pada sesama, tanpa melihat apa yang ada dibaliknya. Sebaiknya kita mulai berpikir lagi mulai sekarang sebelum bertindak, agar kita bisa lebih mensyukuri apa yang terjadi dalam hidup kita.
Read More

Freedooooom!!!!!

Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Me ^^

Me ^^
I LOVE FIKOM UNPAD

UNPAD - Fikom

Diana Lidya Ekaputri. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

PAPI - MAMI

PAPI - MAMI
Mereka adalah orang yang paling aku cintai didunia ini.. Aku pasti akan membahagiakan mereka dan menempatkan mereka di kursi kehormatan !

LATEST POSTS

Recent Posts

TKD

PEJABAT

PEJABAT
Pelajar Mantab IPA Empat

TKD

TKD

Copyright © Diana Lidya Ekaputri | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com