My Live, My Love, My Story

Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here

Sabtu, 09 Maret 2013

Mengenal Abang .



Selama setahun saya kuliah di jurusan Broadcast Fikom UNPAD, saya jarang menyimak apa yang dibicarakan oleh dosen.Kebanyakkan dosen yang mengajar dikelas saya hanya membacakan tulisan yang ada di slide. Sekalinya ada yang tidak pakai slide, dan menceritakan pengalamannya, seringkali terasa membosankan, karena kalau bukan ngomongnya yang terlalu cepat dan ga ada jedanya, ngomongnya berbelit-belit dan sering info yang sama di ulang berkali-kali, atau ngomongnya ngalor ngidul ga sesuai dengan mata kuliah yang ia ajarkan.

Selain memperhatikan omongan dosen, yang jarang saya lakukan sebelumnya adalah mengerjakan tugas rumah dengan serius.

Biasanya saya mengerjakan tugas rumah hanya terfokus pada ‘nilai’ ! ‘ya udah, dikerjain aja sesuai petunjuk, terus kumpulin dan dapet nilai yang bagus’. Seringkali saya tidak memperhatikan salah penulisan, salah penggunaan bahasa, dan lainnya, karena saya merasa dosen tidak pernah serius memeriksa tugas saya yang berupa tulisan.

Namun smester empat ini ada yang berbeda, setelah kami mendapatkan matakuliah WAWANCARA RADIO & TELEVISI yang diajarkan oleh Bapak Sahala, yang biasa kami panggil Abang, mengerjakan tugas menjadi sesuatu yang serius, dan memiliki nilai yang hampir sama dengan ujian UTS dan UAS. Mengapa demikian?

Kalau biasanya minggu I dosen memberokan tugas dan dikumpulkan pada minggu ke 2, kita tidak tahu, apakah beliau memeriksa tugas kita, atau hanya sekedar rutinitas kuliah, menurut mahasiswa jurusan Jurnalistik Fikom UNPAD,  Abang akan memeriksa tugas kami dengan teliti. Dan ternyata memeriksa tugasnya bahkan dilakukan didalam kelas, didepan kami, dan langsung menjelaskan mana yang salah mana yang benar.

Awalnya semua terasa menegangkan. Takut kalau salah, takut disuruh ulang, tapi saat Abang mengatakan ‘kita belajar dari kesalahan’, saat saya mepresentasikan apresiasi saya dan ternyata paragraf pertama dari apresiasi saya pada buku Terampil Wawancara saya salah, saya merasa tenang dan tidak lagi takut salah. Namanya juga belajar, di kampuslah tempat kita bisa salah banyak dan dikoreksi, kalau di lapangan pekerjaan kita salah, tentu saja kita dipecat.

Saat Abang mengajar saya sangat tertarik utnuk selalu menyimaknya, karena ilmunya yang dia bagi sangat menarik dan sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti salah satu yang sering ia ajarkan adalah bagaimana menggunakan bahasa yang baik dalam kegiatan sehari-hari, dan bagaimana mengkritisi penggunaan bahasa yang salah.

Sejujurnya, saya pribadi juga masih sering menyepelekan penggunaan bahasa dalam tulisan-tulisan saya, dan dalam percakapan sehari-hari dengan sekitar saya. Padahal kalau saya pikir-piir, kalau bukan kita, sebagai warga negara Indoneisa, yang menggunakan bahasa kita dengan baik dan benar, lantas siapa lagi??

Abang adalah dosen yang sebenarnya, seandainya semua dosen memiliki pemikiran seperti Abang, pasti mahasiswa akan lulus dengan baik, tidak hanya pintar secara teori, namun juga dalam praktek. Tidak hanya punya ilmu, namun juga bermoral baik. Tidak hanya melihat media secara  mentah namun juga bisa mengkritisinya. Penting bagi kita (terutama mahasiswa komunikasi) untuk mengkritisi informasi yang disiarkan oleh media.

Mungkin bagi mahasiswa yang lain, mengerjakan tugas Abang merupakan sebuah masalah besar. Banyak yang mengeluh karena Abang selalu rutin tiap minggu memberikan tugas kepada kami. Namun, bagi saya, mengerjakan tugas Abang adalah hal yang menyenangkan. Banyak yang saya dapat dari buku yang di rekomendasikan oleh Abang mengenai menjadi jurnalis yang baik. Selain itu, sejak mendapat tugas dari Abang, saya mera waktu saya selama di Jatinangor menjadi berarti dan berisi, tidak hanya berlalu begitu saja, karena yang saya pikirkan adalah ‘memang apa lagi yang mau dikerjakan oleh Mahasiswa yang merantau selain belajar, ngerjain tugas selama di kostan??’.

Penilaian untuk tulisan ini bisa hubungi : @dianalidiia (twitter)
Facebook : Diana Lidya Ekaputri
Email : diana.sitanggang@gmail.com
Read More

Minggu, 10 Februari 2013

Anak Kecil Perempatan Pekayon



Tangga 29 Januari 2013 kemarin, lampu merah di perempatanpatan pekayon Bekasi rusak dan tidak menyala.

Macet panjang terlihat disegala arah.

Akhirnya ada seorang anak kecil yang mengambil inisiatif untuk menertibkan jalan.

Dengan resiko yang besar dia mulai menghentikan mobil, dan menyuruh jalan secara bergantian.

Kadang ada yang mau mengikuti anak kecil itu.

Kadang ada yang disuruh berhenti tapi tetap jalan sampai anak kecil itu hampir tetabrak,

Dan bahkan, saya melihat ada sebuah pengemudi truk besar yang memarahinya dan bilang “woy, jangan main di jalan”.

Tidak banyak orang yang mau salut, dan menghargai usaha anak kecil tersebut.

Memang sekilas terlihat anak tersebut mengharapkan uang dari para pengemudi. Tapi disamping alasan yang 
satu itu, apa tidak bisa terlihat oleh kita betapa berjasanya anak tersebut?
Dimana polisi saat itu? Padahal kalau lampu merahnya lagi benar saya sering melihat polisi disana cuman berdiri , entah apa kerjanya.

Tapi disaat lampu merah sedang rusak, mengapa seorang anak kecil yang harus turun menertibkan jalan tersebut?

Kesampingkan masalah polisi. Mengapa disaat seperti itu pengemudi tidak mau merendahkan hatinya untuk melihat jasa dari anak tersebut.

Ga banyak juga pengemudi motor yang hampir menyerempetnya karena tidak suka diberhentikan oleh anak kecil.


Mari kita berdoa, agar anak tersebut di beri rezeki berlimpah oleh Tuhan, atas jasanya yang begitu besar. :) 





Read More

Uda Poltak Sitanggang



Hallo Uda,

Uda masih inget ga yaa sama aku?

Aku masih inget janji uda mau behel gigi aku.

Dan karena janji uda itulah, sampai detik ini aku belum pasang behel, aku masih menunggu uda.

Aku juga inget janji uda ngajak aku jalan-jalan ketempat-tempat yang seru.

Aku kangen ketawa bareng uda..

Bercanda-canda lagi kayak dulu.

Ngebut-ngebutan di jalan tol.

Gigit-gitan..

Sampai main kuda-kudaan.

Aku rindu dikasih boneka barbie sama uda.

Aku rindu berpetualang sama uda.

Uda deket sih. Tapi terasa jauh.

Karena.. dunia kita sekarang yang sudah semakin berbeda.

Aku ga tau aku salah apa sampai uda begitu membenciku.

Aku ga tau aku punya dosa besar apa sampai uda tak mau lagi menemuiku.

Yang aku tau, uda memang punya masalah sama papi dan mami ku.. Tapi haruskah masalah itu merusak hubungan kita juga.

Beberapa kali memimpikan uda, ternyata tidak membuat rinduku pada uda menjadi terselesaikan.
Namun aku justru semakin tersiksa dengan perasaan rindu dan takut.

Aku ga ingat lagi sejak kapan uda tidak menyukaiku.
Aku ga pernah mau mendengar cerita uda beberapa tahun ini.

Aku mau menjaga baik-baik image uda yang dulu. Saat selalu tersenyum, saat selalu tertawa, dan melucu.

Aku mau selalu menjaga kenangan bersama uda yang dulu.

Dan biarlah yang sekarang berlalu ditiup angin agar tidak merusak rasa sayangku pada uda.. <3 data-blogger-escaped-p="">
Read More

Princess Raisya




Suaranya merdu , wajahnya cantik secantik hatinya, tingkahnya yang lemah lembut dan sering menggelitik perut, membuat ia terlihat seperti princess di dunia nyata. Yupp, ini dia Princess Raisya Okfriana Ardiwilaga.

Raisya lahir tanggal 22 Oktober 1993. Raisya adalah wanita yang sangat tegar, kuat, mandiri dan dewasa dibanding anak-anak seumurannya yang lain.

Sering kali ia menceritakan sesuatu yang menurutku terasa menyedihkan sambil tersenyum , membuat ia terlihat tegar. Contohnya saja saat ia menceritakan ayahnya sudah lama tidak ada dan ia sudah lama besar tanpa kasih sayang seorang ayah. Ia bisa menceritakannya dengan tersenyum. Dan setiap ia bercerita aku merasa ia seolah menasehatiku tentang hidup, terutama tentang untuk lebih menghargai orangtuaku, terutama ayah.

Raisya memiliki karakter keibuan. Dia sangat perhatian padaku. Kadang-kadang perhatiannya hampir sama dengan perhatian mamiku. Itu sebabnya, aku sering memanggilnya mami tiri. Meski terdengar menyeramkan, namun sebenernya itu pujian looh.. ;)

Princess Raisya punya hobby nyanyi. Suaranya merdu sekali. Saat ini ia mengikuti suatu kegiatan menyanyi di UNPAD, yaitu PSM Unpad, atau Paduan Suara Mahasiswa Unpad. Kegiatan yang banyak tidak membuat ia mengeluh, ia selalu semangat menjalaninya karena memang ia berjalan di dalam dunianya, tanpa ada keterpaksaan.

Meskipun aktif di PSM, nilai Raisya tidak terganggu oleh padatnya jadwal kegiatan PSM.
Princess Raisya adalah orang yang ramah dan murah senyum. Jalan kemana aja disekitar Fikom, kampusnya, pasti ada aja yang kenal dia, ada aja yang nyapa dia. Dia memang ramah dengan semua orang dan sangat pintar bergaul, ga heran ia punya sangat banyak teman disana sini.

Selain menyanyi, hobby Raisya yang spectacular adalah ngemil... Dan jujur, itu bikin gw sangat iri. Rasa-rasanya jumlah kemilah Raisya dalam sehari lebih banyak dari pada gw, tapi... badannya tetep aja lebih bagus dari pada gw.. Gw pengen seperti itu, dan beberapa kali ia mengajarkan cara-cara diet sama gw, ternyata tidak membuat gw kurus, dan malah depresi lalu semakin gemuk.

Cita-cita Raisya ingin menjadi pembaca berita terkenal di TV terkenal.  Dan sampai sekarang dia galau, s1 nanti dia mau ambil jurnalistik atau humas? Dia mau jurnalistik , sementara orang-orang sekitarnya mengatakan ia lebih pantas di Humas.

Meskipun cantik, bersuara bagus, berhati lembut, dan ramah sama semua orang, sampai sekarang Princess Raisya belum menemukan pangeran yang tepat alias masih jomblo.
Kenapa? Bukannya karena ga ada yang mau sama dia.. Tapi, ga semua orang bisa memiliki berlian, hanya orang tertentu yang bisa memiliki berlian. Dan Raisya adalah berlian yang tidak mudah untuk dimiliki oleh pria sembarangan..
Read More

Jumat, 08 Februari 2013

Meski Jauh, Tapi Dekat



Tulang.. Apa kabar..?

Tulang pasti baik-baik aja kan..?

Aku disini rindu sama tulang..

Aku ingat, dulu kalau aku habis rapot tulang datang kerumah untuk dengar cerita laporan nilaiku..

Terus.. Tulang marah kalau di rapotku ada angka merahnya.

Tapi... kalau aku ada nilai bagus, tulang beliin aku hadiah yang aku mau.

Tulang.. Aku ingat, kalau liburan tulang sering datang kerumah untuk berbagi cerita denganku.

Salah satu cerita yang pernah kita sharingkan yang tak pernah ku lupakan adalah cerita tulang yang ingin punya anak 9 dan menamai mereka 1,2,3,4,5,6,7,8,9.

Hahaha.. Aku selalu tertawa setiap tulang menceritakan hal itu.

Tulang, selain berbagi cerita kita juga sering main PS bareng. Dragon Ball, Sepak Bola, Motor GP, Underground, semua kita mainin, dan aku selalu kalah. Setiap habis main PS, aku selalu bercita-cita suatu hari bisa mengalahkan tulang.. Tapi sayang, sampai detik ini cita-cita itu tidak terwujud.

Tulang inget ga? Setiap aku, atau adik Michael , atau tulang yang ulang tahun, kita selalu merayakannya bersama-sama. Saling patungan buat beli kado, saling mendoakan, dan saling menasehati.

Tulang itu ga cuman sebagai paman dalam hidup aku. Tapi sebagai ayah, sahabat, dan penasehat sejati.

Tulang, aku juga ingat kalau tulang nginep dirumah ku, tulang tidur di kamarku. Aku terpaksa deh tidur sama mami. Dulu aku selalu kesal, sekarang aku malah merindukan saat-saat itu.

Tulanmg susah banget dibangunin. Sampai-sampai aku harus menimpa tulang dengan tubuh gemukku, atau mencabut bulu kaki tulang supaya tulang bangun.

Terus tulang marah-marah sama aku dan membalasnya dengan menggelitikku.

Tulang, aku juga inget . Karena tulang Bonar cerewet, aku jadi membuat nama sayang buat tulang ‘BONCE’ yaitu Bonar Cerewet. Aku suka manggil tulang ‘Tulang Bonce’..

Tulang, aku rindu saat-saat itu..

Aku nyesel di hari terakhir mendengar suara tulang aku ngambek sama tulang.

Aku nyesel di hari terakhir telepon tulang aku bilang tulang jahat.

Aku mau bilang.. Keponakkan tulang  yang kecil ini udah kuliah di UNPAD, sudah semakin dekat dengan cita-citanya. Apa tulang bahagia mendengarnya?

Aku mau bilang, ga ada orang sebaik tulang, selucu tulang yang singgah dalam hidupku setelah tulang pergi.. Semua orang jahat, semua orang cuman bisa menyakiti, menghina, ga ada yang berhati malaikat seperti tulang.

Sekarang liburan terasa hampa tanpa kehadiran tulang.

Kamarku ga pernah ditempatin lagi.. PS sudah tidak lagi tersentuh, dan teras belang selalu membuat aku menangis setiap mengingat kebersamaan kita dulu.

Ga ada lagi yang aku cabut bulu kakinya. Ulang tahun juga hampa tanpa tulang. Ga ada lagi potong kue sama-sama, berdoa sama-sama. Sekarang semua dilakkan sendiri-sendiri.

Aku rindu suara tulang, tawanya tulang, isengnya tulang, cerita-cerita lucunya tulang.

Aku rindu tulang.

Apa tulang rindu padaku?

Sebentar lagi aku wisuda.. Tulang pernah janji akan datang menghadiri wisudaku bukan?

Apa tulang akan bener-bener ada saat namaku disebut saat wisuda nanti? Semenit aja tulang, aku rela kok walaupun cuman semenit..

Tapi aku percaya tulang akan datang. Tulang selalu ada didekatku walau tulang sudah pergi jauh.

Terima kasih tulang sudah datang dalam mimpiku..

Aku akan pegang kata-katamu dalam mimpiku yang bilang ‘Tulang selalu datang, walaupun tulang sudah mati, karena tulang sayang sama kalian’.



Gaby juga sayang sama tulang...
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Me ^^

Me ^^
I LOVE FIKOM UNPAD

UNPAD - Fikom

Diana Lidya Ekaputri. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

PAPI - MAMI

PAPI - MAMI
Mereka adalah orang yang paling aku cintai didunia ini.. Aku pasti akan membahagiakan mereka dan menempatkan mereka di kursi kehormatan !

LATEST POSTS

Recent Posts

TKD

PEJABAT

PEJABAT
Pelajar Mantab IPA Empat

TKD

TKD

Copyright © Diana Lidya Ekaputri | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com